IT Support Solution galasus

Inter-VLAN Routing

Table of Contents

Salah satu langkah penting untuk meningkatkan kinerja jaringan adalah mengelola lalu lintas antar VLAN (Virtual Local Area Network) atau Inter-VLAN Routing. VLAN merupakan cara yang efisien untuk memisahkan dan mengatur aliran data dalam jaringan, memungkinkan pengelompokan perangkat berdasarkan fungsi, departemen, atau segmen khusus lainnya. Meskipun VLAN secara efektif mengisolasi lalu lintas, ada tantangan yang harus diatasi ketika perangkat dari VLAN yang berbeda ingin berkomunikasi satu sama lain.

Inilah saatnya kita memahami pentingnya Inter-VLAN Routing. Dalam artikel ini, kita akan menjelajahi apa itu Inter-VLAN Routing. Bagaimana cara konfigurasi disimulasikan pada cisco packet tracer dan apa manfaat Inter-VLAN Routing dalam menciptakan jaringan yang efisien dan terorganisir, ikuti kami dalam perjalanan ini menuju pemahaman yang mendalam tentang teknologi yang krusial ini.

Apa itu Inter-VLAN Routing?

Inter-VLAN Routing adalah proses mengizinkan perangkat pada dua atau lebih Virtual Local Area Network (VLAN) yang berbeda untuk berkomunikasi satu sama lain melalui perangkat jaringan tertentu seperti router atau layer 3 switch. VLAN adalah teknologi yang memungkinkan jaringan fisik dibagi menjadi beberapa jaringan logis yang terisolasi satu sama lain. Setiap VLAN berperilaku seolah-olah menjadi jaringan yang terpisah, sehingga lalu lintas antar VLAN harus diarahkan melalui perangkat layer 3 untuk dapat saling berkomunikasi.

Manfaat Utama

Berikut manfaat utama Inter-VLAN Routing antara lain:

  1. Segmentasi Jaringan: Inter-VLAN Routing memungkinkan Anda untuk membagi jaringan fisik menjadi beberapa VLAN yang terpisah satu sama lain. Setiap VLAN dapat mewakili grup perangkat yang berbeda, seperti departemen, kelompok pengguna, atau perangkat tertentu. Dengan segmentasi ini, Anda dapat meningkatkan keamanan jaringan dan mengurangi potensi risiko dari lalu lintas yang tidak diinginkan atau serangan dari satu VLAN ke VLAN lainnya.
  2. Keamanan yang Ditingkatkan: Dengan membatasi akses antar VLAN, Anda dapat mengontrol aliran lalu lintas antara grup perangkat. Hal ini mengurangi risiko peretasan atau akses yang tidak sah ke informasi sensitif yang mungkin ada dalam VLAN tertentu. Jika suatu VLAN dikompromikan, risiko penyebaran serangan ke VLAN lain akan berkurang karena lalu lintas antar VLAN dibatasi.
  3. Optimasi Kinerja: Inter-VLAN Routing membantu mengurangi lalu lintas yang tidak perlu melewati seluruh jaringan fisik. Misalnya, jika dua perangkat berada di VLAN yang berbeda, namun harus berkomunikasi, lalu lintas akan diarahkan melalui router atau layer 3 switch. Hal ini membantu mengurangi beban lalu lintas di seluruh jaringan dan memastikan lalu lintas lokal hanya berada di VLANnya sendiri.
  4. Efisiensi Penggunaan Alamat IP: Dengan menggunakan Inter-VLAN Routing, Anda dapat menggunakan satu subnet IP untuk beberapa VLAN. Ini berarti Anda tidak perlu membagi alamat IP secara fisik untuk setiap VLAN, yang membantu menghemat ruang alamat IP dan membuat manajemen IP menjadi lebih efisien.
  5. Fleksibilitas: Dengan menggunakan Inter-VLAN Routing, Anda dapat dengan mudah memindahkan perangkat dari satu VLAN ke VLAN lain tanpa harus mengubah lokasi fisiknya. Ini memberikan fleksibilitas dalam mengatur ulang jaringan sesuai dengan kebutuhan organisasi.
  6. Meningkatkan Kinerja Aplikasi: Inter-VLAN Routing dapat membantu meningkatkan kinerja aplikasi yang memerlukan komunikasi antar VLAN. Dengan memungkinkan perangkat di VLAN yang berbeda untuk berkomunikasi, Anda dapat mengoptimalkan akses ke sumber daya yang dibutuhkan oleh aplikasi dan layanan.
  7. Isolasi Masalah: Jika terjadi masalah pada satu VLAN, Inter-VLAN Routing memungkinkan Anda untuk mengisolasi masalah tersebut dan membatasi dampaknya pada VLAN lainnya. Hal ini membantu mempermudah proses pemecahan masalah dalam jaringan.

Simulasi Konfigurasi

Saat ini, saya melakukan simulasi dalam lab menggunakan software Cisco Packet Tracer. Dalam topologi lab ini, saya membuat 3 vlan yaitu vlan 10 untuk ruangan IT, vlan 20 untuk ruangan direksi dan vlan 30 untuk ruangan keuangan. Untuk nama vlan nya kita buat sesuai nama ruangan nya masing-masing, dan saya akan membuat addressing table terlebih dahulu.

Baca Juga: Konfigurasi Basic VLAN

addressing table inter-vlan
Addressing Table
konfigurasi inter-vlan

Konfigurasi Router terlebih dahulu seperti berikut:

Klik Router1>CLI>Konfig seperti ini
Router>enable
Router#configure terminal
Router(config)#interface gig0/0
Router(config-if)#no shutdown (Command ini berfungsi untuk mengaktifkan port interface)
Router(config-if)#interface gig0/0.10
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 10
Router(config-subif)#ip add 10.10.10.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#ip dhcp pool ruangit
Router(dhcp-config)#network 10.10.10.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 10.10.10.1
Router(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8
Router(dhcp-config)#exit
Router(config)#interface gig0/0.20
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 20
Router(config-subif)#ip add 20.20.20.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#ip dhcp pool ruangdireksi
Router(dhcp-config)#network 20.20.20.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 20.20.20.1
Router(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8
Router(dhcp-config)#exit
Router(config)#int gig0/0.30
Router(config-subif)#encapsulation dot1Q 30
Router(config-subif)#ip add 30.30.30.1 255.255.255.0
Router(config-subif)#ip dhcp pool ruangkeuangan
Router(dhcp-config)#network 30.30.30.0 255.255.255.0
Router(dhcp-config)#default-router 30.30.30.1
Router(dhcp-config)#dns-server 8.8.8.8

Konfigurasi Vlan Trunk di Switch

Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface fa0/1
Switch(config-if)#switchport mode trunk
Switch(config-if)#switchport trunk allowed vlan 10,20,30

Tambahkan Vlan di Switch

Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#vlan 10
Switch(config-vlan)#name ruangit
Switch(config-vlan)#vlan 20
Switch(config-vlan)#name ruangdireksi
Switch(config-vlan)#vlan 30
Switch(config-vlan)#name ruangkeuangan

Konfigurasi Vlan Access di Switch

Switch>enable
Switch#configure terminal
Switch(config)#interface range fa0/2-3  (command range itu optional, agar bisa lebih cepat dari pada melakukan penambahan port satu persatu maka bisa menggunakan command range)
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 10
Switch(config)#interface range fa0/4-5
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 20
Switch(config-if-range)#ex
Switch(config)#int ra fa0/6-7
Switch(config-if-range)#switchport mode access
Switch(config-if-range)#switchport access vlan 30

Lalu ubah PC menjadi DHCP

ip dhcp vlan 10 inter-vlan
PC0 VLAN 10
ip dhcp vlan 20 inter-vlan
PC2 VLAN 20
ip dhcp vlan 30 inter-vlan
PC4 VLAN 30

Setelah selesai, PC kita dapat terhubung walaupun berbeda VLAN. Untuk mengeceknya maka kita ping dengan CMD dan Simple PDU dari PC0 menuju PC4 ataupun sebaliknya.

Baca juga: Traceroute dan Ping

test koneksi inter-vlan

Kesimpulan Inter-VLAN Routing

Inter-VLAN Routing adalah teknologi penting dalam jaringan komputer yang memungkinkan komunikasi antara VLAN yang terisolasi. Manfaat utamanya meliputi segmentasi jaringan untuk meningkatkan keamanan, optimalisasi kinerja, efisiensi penggunaan alamat IP, dan fleksibilitas dalam mengatur ulang jaringan. Dengan menggunakan Inter-VLAN Routing, organisasi dapat menciptakan jaringan yang aman, efisien, dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan bisnis mereka.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *